BBKSDA SUMATERA UTARA

Berpulangnya Srikandi Membawa Duka Keluarga Besar BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 10 September 2021

Pesan singkat dari Plh. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si., pada Rabu 8 September 2021, sekitar pukul 20.44 Wib, disampaikan melalui whatsapp grup BBKSDA Sumut Only “Berita duka : Telah berpulang ke rumah Bapa Di Sorga, Ibu yang kita kasihi Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. (Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi) pada malam ini pukul 20.20 Wib di Ruang ICU RS. Royal Prima”.

Pesan ini kemudian memecah keheningan malam. Selanjutnya pesan turut berduka pun mengalir dari seluruh pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, termasuk dari Direktur Jenderal KSDAE. “Innalilahi wa innailaihi rojiun…kami berduka… teriring doa untuk bu Hotmauli,” demikian pesan Wiratno. Seakan tak percaya mendengar berita tersebut, beberapa pegawai mengungkapkan kesedihannya dengan meng-upload emoji tangisan kesedihan.

Benar, Ibu Hotmauli Sianturi, telah meninggal dunia disebabkan oleh penyakit covid-19 yang menggerogoti tubuhnya. Pertama kali mengetahui terkonfirmasi covid-19, pada Kamis 26 Agustus 2021, almarhumah kemudian menjalani isolasi di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Kondisinya semakin menurun sehingga harus menjalani perawatan khusus (intensif) di ruang ICU, sampai akhirnya wafat pada Rabu, 8 September 2021 malam.

Posisi sebagai Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi pada Direktorat Jenderal KSDAE baru diembannya, saat dilantik oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. secara virtual pada Jumat, 13 Agustus 2021. Sebelumnya, menjabat sebagai Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara semenjak bulan Maret 2016 sampai saat pelantikan sebagai Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi. Namun mengingat belum adanya pejabat defenitif, Ibu Hotmauli Sianturi juga merangkap sebagai Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sampai wafatnya.

Dilahirkan di Desa Untemungkur, pada 5 Nopember 1962. Berbagai jabatan penting di jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pernah dijalaninya, seperti : Kepala Seksi Penyiapan Wilayah III Direktorat Hutan Tanaman Industri Departemen Kehutanan (1999), Kepala Seksi Penyiapan Wilayah III Hutan Tanaman Alam Departemen Kehutanan (2001), Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Asahan Barumun Pematangsiantar (2007), Kepala Balai Pengelolaan DAS Wampu Sei Ular Medan (2010), Kepala Balai Pengelolaan DAS Sungai Indragiri Rokan Pekanbaru (2013) dan terakhir berlabuh menjadi Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara (2016 s.d 13 Agustus 2021) sebelum akhirnya menjadi Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi pada Ditjen KSDAE.

“Belajar tanpa henti”, itu menjadi prinsip dalam hidupnya. Dan ini dibuktikan dari karier pendidikan yang dijalaninya mulai dari pendidikan terendah sampai yang tertinggi.  Pendidikan S1 nya diselesaikan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (1985), kemudian M.Sc. For. diperolehnya dari Forestry University of Canterburg New Zeland (1994) dan puncaknya gelar Doktor Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan diperolehnya dari Universitas Sumatera Utara (2011).

Sosok srikandi masa kini yang berjuang keras, tangguh dan ulet tergambar di keseharian kehidupannya. Sejatinya banyak hal yang bisa dipetik dan dipelajari dari perjalanan karier dan kehidupannya. Namun satu hal yang penting dan menginspirasi adalah bagaimana menjalani hidup dengan ikhlas dan tulus dengan tiada hentinya untuk terus bekerja dan belajar, karena disanalah ada kenikmatan dan kebahagiaan  yang membawa kesuksesan.

Srikandi itu sekarang telah berpulang dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis 9 September 2021.  “Ibu yang baik dan menjadi panutan itu telah kembali menghadap sang Pencipta. Selamat jalan Ibu…., beristirahatlah di keabadian, kami akan tetap mengenangmu …….”

Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara

%d blogger menyukai ini: