BBKSDA SUMATERA UTARA

Kemitraan Konservasi BBKSDA Sumut Terbukti Mensejahterakan Masyarakat Sekitar SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut

16.jpg

Ketua KTH Indah Bersama, Rajio sedang memaparkan buah semangka hasil panen yang akan dipasarkan

Tanjung Pura, 31 Maret 2021

Cuaca cerah di Selasa 30 Maret 2021, menyambut kedatangan rombongan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang menghadiri kegiatan panen raya Kelompok Tani Hutan (KTH) Tumbuh Subur di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura dan KTH Indah Bersama di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Masyarakat yang telah berkumpul, menyambut kedatangan rombongan yang dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Siantur, M.Sc.For. Bermula di areal KTH Tumbuh Subur, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendapat penjelasan dari ketua kelompok, Nazli,  tentang kegiatan penanaman padi yang mereka lakukan beserta dengan hasil yang sudah didapatkan.

Tidak jauh dari lokasi KTH Tumbuh Subur, rombongan Balai Besar KSDA Sumatera Utara pun disambut oleh masyarakat dan ketua kelompok KTH Indah Bersama, Rajio. Di areal KTH Indah Bersama ini terlihat  ratusan buah semangka yang siap untuk dipanen. Rajio, begitu semangat menjelaskan tentang upaya-upaya yang sudah dilakukan dan manfaat yang diperoleh.

“Dari buah semangka ini, kami memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 30 juta per hektar, setiap 2 bulan. Keuntungan ini tentunya sangat membantu dan mendukung perekonomian keluarga kami,” ujar Rajio

Lebih lanjut, Rajio, menjelaskan bahwa kemitraan konservasi yang dibangun kelompoknya  bersama dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara terbukti memberi dampak positif mensejahterakan anggotanya. Oleh karena itu, KTH Indah Bersama menyampaikan terima kasih kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan merasa beruntung diberi kesempatan menjalin kerjasama kemitraan.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tapak Kuda, Salahudin dan Kepala Desa Suka Maju, Saharuddin Ahmad, saat diwawancarai oleh awak media, yang menyampaikan apresiasi kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara atas kerjasama kemitraan konservasi. Keduanya menyampaikan manfaat yang cukup besar dalam menambah penghasilan masyarakat yang pada umumnya berprofesi sebagai nelayan. “Sebagai nelayan ada masa tidak bisa melaut, sehingga kemitraan konservasi ini menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan penghasilan warga,” ujar Salahudin.

17.jpg

Camat Tanjung Pura, Taufik Rieza, S.STP., M.AP. memberi apresiasi terhadap program kemitraan konservasi yang dilaksanakan Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta KTH Tumbuh Subur dan KTH Indah Bersama

Camat Kecamatan Tanjung Pura, Taufik Rieza, S.STP., M.AP., juga memuji program kemitraan konservasi dan berharap program ini tetap berlanjut sembari memohon bimbingan dan pendampingan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara.

Akhirnya, keraguan yang selama ini muncul terhadap program kemitraan konservasi, terjawab sudah dengan keberhasilan serta manfaat nyata yang dirasakan oleh KTH Tumbuh Subur dan KTH Indah Bersama. Keberhasilan ini diharapkan menjadi role model dalam pengembangan kerjasama kemitraan konservasi kedepannya, khususnya di provinsi Sumatera Utara.

(Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara)

 

 

 

%d blogger menyukai ini: