BBKSDA SUMATERA UTARA

BBKSDA Sumut Bina Kader Konservasi di TWA Sibolangit

1.jpgIda Marni, narasumber Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberikan pencerahan kepada kader konservasi

Sibolangit, 23 Maret 2021

Dalam rangka Road To HKAN 2021, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melaksanakan pembinaan terhadap 14 kader konservasi, pada Sabtu 20 Maret 2021 di  Taman Wisata Alam Sibolangit. Para kader konservasi ini sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan konservasi, seperti pengembangan wisata alam berbasis konservasi, kegiatan penangkaran kupu-kupu dan kegiatan konservasi tanah pada lahan lereng terjal.

Kawasan TWA Sibolangit sebagai lokasi pembinaan mengingat kawasan ini sebagai Role Model Edukasi Konservasi dan Lingkungan di Sumatera Utara, yang juga sebagai Pusat Pembelajaran Konservasi Alam (PPKA).

Istimewanya, kegiatan pembinaan kader konservasi dilaksanakan pada malam hari, dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya. Narasumber membekali peserta dengan materi berkaitan  sejarah serta kegiatan-kegiatan beberapa kader konservasi yang telah berkarya di Sumatera Utara, kemudian  sharing pengalaman dan tukar menukar informasi sesama kader konservasi, dan dilanjutkan dengan diskusi serta pemutaran video beberapa kegiatan  di TWA. Sibolangit maupun kawasan   taman nasional dan   taman wisata alam lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

Ida Marni, pembina kader konservasi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara didampingi pembina lainnya Samuel Siahaan, SP., Lusiana Simatupang, SP., dan Sri Rohana K.E. Siahaan, SP. mendorong dan memotivasi peserta  untuk tetap semangat dan  membuat berbagai kegiatan konservasi di lapangan, karena apa yang diperbuat akan menjadi berkat bagi orang banyak khususnya masyarakat sekitar tempat kader konservasi beraktifitas baik dalam peningkatan  ekonomi masyarakat maupun pemanfaatan dan perlindungan kawasan konservasi serta kawasan hutan lainnya.

Sementara itu, Purnama Ginting, peserta  yang juga Kepala Desa Garunggang Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat, saat berbagi pengalaman mengajak kader konservasi lainnya untuk terus berbuat meskipun menghadapi berbagai rintangan. Purnama Ginting sudah 10 tahun lebih membantu Taman Nasional Gunung Leuser dalam pengamanan kawasan, serta membantu masyarakat dalam  mengembangan wisata alam berbasis masyarakat. Kedepannya kegiatan konservasi akan terus dikobarkannya kepada relawan maupun penggiat konservasi alam lainnya.

Peserta lainnya, Muhammad Abli dari Komunitas Gras, juga berbagi pengalaman dalam  menangani lereng terjal di CA/TWA Sibolangit guna membantu Balai Besar KSDA Sumatera khususnya Resort CA/TWA Sibolangit. Sudah ada satu lahan yang berhasil dihutankan kembali. Muhammad Abli berkomitmen untuk terus menanami lereng-lereng  terjal dengan tumbuhan guna mengurangi terjadinya longsor. (Sumber : Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP. – Balai Besar KSDA Sumatera Utara)

 

 

 

%d blogger menyukai ini: