BBKSDA SUMATERA UTARA

BALAI BESAR KSDA SUMATERA UTARA BERSAMA KOMUNITAS PERINGATI HARI HUTAN INTERNASIONAL 2021

Peserta membersihkan liana di pohon (kiri), aksi menanam pohon di sekitar kawasan TWA Sibolangit (kanan)

Sibolangit, 25 Maret 2021

Bertepatan dengan Hari Hutan Internasional Tahun 2021, pada Minggu, 21 Maret 2021 bertempat di TWA Sibolangit, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama relawan Hutan ITU Indonesia Regional Medan melaksanakan berbagai kegiatan yang diikuti oleh 25 orang peserta, berasal dari staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kader Konservasi Alam, Komunitas GRAS, Sispala SMA N 2 Medan dan Mapala Genetika UISU, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tema peringatan Hari Hutan Internasional atau International Day of Forest (IDF) tahun ini adalah “Forest restoration : a path to recovery and well-being (Restorasi Hutan: Jalan Menuju Pemulihan dan Kesejahteraan)”.

Aksi diawali dengan kegiatan penanaman pohon di areal bekas longsor di pinggiran batas kawasan TWA Sibolangit dengan jalan lintas Medan-Berastagi. Jenis pohon yang ditanam berupa 13 pulai, 2 durian dan 15 jenis tanaman hutan lainnya. Kemudian dilanjutkan acara seremonial yang diawali dengan laporan ketua panitia, Gimas Setiadi. Dalam laporannya, Gimas menyampaikan ajakan “menumbuhkan hutan  dalam hati” yaitu mengingatkan kepada peserta yang umumnya generasi muda agar mencintai hutan, dimana tidak hanya menanam pohon, tetapi juga melindungi satwa yang berada didalamnya yang memberi dampak positif dan bermanfaat bagi lingkungan dimasa mendatang.

Sedangkan perwakilan dari Komunitas Hutan ITU Indonesia, Sondang Siagian, mengkampanyekan bahwa hutan tidaklah menyeramkan seperti satwa buas, namun menyenangkan bagi semua orang. Melalui edukasi dan konseling, defenisi serta manfaat hutan yang sesungguhnya akan tersampaikan, khususnya kepada kelompok sasaran umur 18 -25 tahun, agar semakin mencintai hutan sebagai wujud kerja nyata yang dapat dilaksanakan generasi muda sekarang.

Berikutnya, penyampaian materi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ida Marni tentang edukasi konservasi yang menitik beratkan hutan adalah bagian upaya konservasi sumber daya alam hayati yang mengenai semua aspek kehidupan manusia dan mengajak peserta untuk membudayakan konservasi alam di dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber selanjutnya, Samuel Siahaan,SP Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, memperkenalkan kawasan hutan TWA Sibolangit yang telah ada sejak zaman Belanda tahun 1914, dikenal sebagai Kebun Raya Sibolangit, memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi untuk perlindungan tumbuhan dan satwa liar, juga sebagai tangkapan air serta sebagai tempat wisata edukasi konservasi dan lingkungan.

Diakhir acara, dilaksanakan aksi bersih pohon dari tumbuhan pengganggu serta aksi pungut sampah plastik di kawasan TWA Sibolangit. Komunitas Gras juga berpartisipasi menyerahkan 30 rumpun tumbuhan vetiver yang dapat ditanam pada lahan terjal/curam yang rawan longsor di sekitar TWA Sibolangit.

(Sumber: Samuel Siahaan, SP dan Ida Marni – Balai Besar KSDA Sumatera Utara)

%d blogger menyukai ini: