BBKSDA SUMATERA UTARA

Road To HKAN 2021 Melawan Lupa : Mengenang Kader Konservasi Yang Telah Berpulang (1)

                                        (Alm.) Jenny Riani Lucya Berutu,  ( Alm.) Drs. Nakum Sujono                                         dan ( Alm.) Pdt. Edy Anthoni Tondang

Medan,    Maret 2021

Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkabung, salah seorang kader konservasi alam terbaik binaan Balai Besar KSDA Sumut, Ibu Jenny Riany Lucya Berutu, telah berpulang menghadap sang Pencipta, pada Sabtu 13 Maret 2021. (Alm.) Ibu Jenny bukanlah yang pertama, ada 6 kader konservasi lainnya yang juga telah lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bertepatan dengan Road To HKAN 2021, dalam 2 tulisan kami akan mengenang 7 kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah mendahului menghadap Pencipta, sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya dan perjuangan mereka yang luar biasa guna membumikan dan melestarikan konservasi alam. Untuk tulisan pertama ini, kami tampilkan 3 sosok kader konservasi.

(Alm.) Ibu Jenny Riani Lucya Berutu, sosok kader konservasi yang dikenal sangat aktif dalam aktifitas penanaman pohon di berbagai kegiatan penghijauan yang bukan hanya di perkotaan melainkan juga di kawasan pantai khususnya di areal hutan mangrove.

Selain itu, Ibu Jenny juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, seperti di Kabupaten Dairi, Karo, Langkat, Deli Serdang dan Asahan. Beliau juga dikenang sebagai salah satu yang pertama kali mengelola bank sampah di Kota Medan.

Dalam perbincangan dengan tim penulis semasa hidupnya, beliau ingin sekali melakukan banyak kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup serta terus ingin memberdayakan masyarakat. Namun Yang Maha Kuasa menentukan lain, Ibu Jenny telah menyelesaikan tugasnya dan saat ini beristirahat di tempat keabadian. Sekalipun beliau sudah berpulang, tetapi karya dan semangatnya akan tetap dikenang.

6.jpg Ucapan turut berdukacita dari Bapak Dirjen KSDAE

(Alm.) Bapak Drs. Nakum Sujono, sosok kader konservasi pejuang yang gigih dengan tanpa melihat usia sebagai kendala untuk berkarya di bidang konservasi alam. Di usia senja beliau giat menghijaukan lingkungan dengan tanaman-tanaman langka melalui lembaga yang didirikannya Kelompok Penghijau Tanah Gersang dan Pelestari Tanaman Buah Langka (KPTG). Tidak sekedar menanam dan melestarikan, tetapi beliau juga aktif mengkampanyekan/ mensosialisasikannya melalui acara yang diasuhnya “Warung Kambiata” di salah satu radio swasta di Kota Medan.

Buah dari kerja kerasnya tersebut , Pak Nakum (biasa dipanggil), menerima berbagai penghargaan, seperti Kader Konservasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 1995 yang menerima piala langsung dari Presiden RI Kedua, Soeharto, pada Pekan Penghijaun dan Konservasi Alam (PPKAN) di Banda Aceh, Penyuluh Kehutanan Swadaya Teladan Tingkat Nasional Tahun 1996 dari Menteri Kehutanan, serta Nominator (Unggulan) Peraih KEHATI Award 2001 Kategori “Citra Lestari Kehati” dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia.

Tepat pada tanggal 25 Februari 2002, Pak Nakum berpulang menghadap sang Pencipta. Atas jasa-jasanya di Bidang Konservasi dan Pelestarian Lingkungan Hidup, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2002, Gubernur Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada keluarga almarhum.

 (Alm). Pendeta Edy Anthoni Tondang, sosok kader konservasi alam yang berlatar belakang tokoh agama yaitu pendeta yang melayani di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Melalui tugas pelayanannya, beliau menyampaikan pesan-pesan konservasi alam kepada umat/jemaatnya. Selain itu beliau juga mengembangkan areal khusus yang dijadikannya sebagai kawasan hutan Bukit Hermon di Pematangsiantar.

Di lokasi Bukit Hermon ini bukan hanya diperuntukkan untuk kegiatan wisata religi semata, tetapi juga ditujukan  untuk mengedukasi pengunjung agar peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di areal yang telah disediakan, dengan menyiapkan bibit-bibit tanaman.

Pak Anthoni Tondang pernah juga menjadi wakil rakyat (anggota dewan) di DPRD Simalungun. Namun pada tanggal 6 Desember 2020 yang lalu, beliau menghadap sang Pencipta. Meskipun secara fisik beliau tidak lagi ada di tengah-tengah kita, namun karyanya tetap dikenang baik oleh jemaatnya maupun masyarakat yang telah menyaksikan dan merasakan langsung karyanya. (Sumber : Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara : Ida Marni, Samuel Siahaan, SP dan Evansus Renandi Manalu)

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: