BBKSDA SUMATERA UTARA

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Peringati Hari Bakti Rimbawan 2021 Secara Virtual

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta staf saat mengikuti upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021 secara virtual

Medan, 16 Maret 2021

Meskipun masih dalam kondisi pandemi covid 19, namun semangat rimbawan lingkup Kementerian LHK, termasuk didalamnya Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tidak pudar dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, rimbawan Balai Besar KSDA Sumatera Utara hadir dan mengikuti upacara secara virtual di ruang rapat, pada Selasa 16 Maret 2021.

Terlihat hadir Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., Kepala Bagian Tata Usaha Teguh Setiawan, S.Hut., MM., Kepala Bidang Teknis Ir. Irzal Azhar, M.Si., Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan Andoko Hidayat, S.Hut., MP., Kepala Sub Bagian Umum Imelda Kamayanti Harahap, SH., Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama  Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.I.L serta staf, dalam jumlah yang dibatasi sebanyak 20 orang.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada rimbawan yang telah memberikan kinerja yang baik selama masa pendemi covid-19, dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan.

 Apresiasi juga ditujukan bagi semua rimbawan pekerja keras dalam kerja-kerja untuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial, pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon dan mangrove secara luas, rehabilitasi gambut, serta upaya-upaya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari serta penegakan hukum, ujar Siti Nurbaya.

Selanjutnya Siti Nurbaya mengingatkan rimbawan, di tahun 2021 ini ada beberapa kegatan yang masih memerlukan perhatian, antara lain : pertama, pemantapan perhutanan sosial sebagai basis pembangunan ekonomi rakyat, dengan bobot kegiatan berupa pemberian akses lahan, kesempatan usaha, dan fasilitasi yang terintegrasi, mendorong pada cara kerja produktif dan manajemen usaha atau bisnis rakyat.

Kedua, pemulihan lingkungan secara sistematis dan masif, meluas, melembaga khususnya dengan merehabilitasi lahan gambut dan penanaman mangrove serta penanaman di lahan kritis di dalam dan di luar kawasan hutan. Ketiga, peningkatan penanganan bio-diversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan yang akhir-akhir ini telah menjadi perhatian, baik pada dimensi bisnis ekowisata, juga dalam hal bio-prospecting terutama dalam upaya pemulihan koridor habitat jelajah satwa liar, khususnya di area-area konsesi.

Keempat, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha yang sangat penting dan menjadi semangat baru untuk hutan yang lebih produktif dan lestari, didukung litbang serta inovasi. Kelima, modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perijinan berusaha dan kegiatan bagi dunia usaha dan bagi masyarakat, didukung SDM profesional yang kuat.

Keenam, membangun penataan kawasan dengan pengaturan peruntukan bagi masyarakat dan merampungkan tata batas kawasan serta pengukuhan kawasan untuk kepentingan segala dimensi penyelesaian permasalahan kehutanan termasuk dalam menjamin masyarakat dan dunia usaha, sebagai resolusi berbagai permasalahan.

Ketujuh, membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu dijaga bersama, dilindungi serta dijaga untuk kesinambungan atau sustainable bagi generasi masa depan.

Kedelapan, penerapan standard pengelolaan dan perlindungan lingkungan kegiatan berusaha dan kegiatan masyarakat, disertai pengawasan standar dan law enforcement dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Dengan tantangan dan kerja berat, besar serta kompleks itu, saya mengajak rimbawan untuk saatnya kita bahu membahu meskipun harus melalui medan yang berat, bencana yang tidak terduga, dan kompleksitas masalah. Semua itu harus dapat disikapi dengan semakin meningkatkan profesionalitas rimbawan dengan menginternalisasi sembilan nilai dasar rimbawan : jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerjasama dan profesional,” ujar Siti Nurbaya.

Peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021, yang mengusung tema “Terus Berbakti di Tengah Pandemi Untuk Lingkungan dan Hutan Lestari”, meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi maknanya. Harapan dan doa kita bersama, semoga tahun depan pandemi covid-19 segera berakhir, sehinga rimbawan dapat merayakan peringatan Hari Bakti Rimbawan lebih semarak lagi. (Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara)

 

%d blogger menyukai ini: