BBKSDA SUMATERA UTARA

BBKSDA SUMUT BINA KADER KONSERVASI KOMUNITAS TKP

Narasumber Ida Marni (kiri) dan Samuel Siahaan, SP. (kanan) memberikan pembinaan kepada kader konservasi TKP

Medan, 1 Maret 2021

Setelah melaksanakan diskusi terbatas kepada 6 orang kader konservasi dari komunitas Tempat Kita Peduli (TKP) pada 5 Februari 2021 yang lalu, dan menindaklanjuti hasil diskusi tersebut, pada Kamis 25 Februari 2021, Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili stafnya Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP. melaksanakan kegiatan pembinaan kader konservasi di Desa Tembung, Kabupaten Deli Serdang, yang diikuti 15 orang kader dari TKP.

 Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan Kader Konservasi dalam bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE). Sedangkan tujuannya  meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kader konservasi sebagai pelopor (motivator) dan penggerak (dinamisator) dalam kegiatan-kegiatan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di masyarakat secara optimal, serta terciptanya sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang terlindungi, lestari, dan dapat dimanfaatkan secara bijaksana.

Mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam tentang Pedoman Pembinaan Kader Konservasi Nomor : 11/Kpts/Dj-IV/95, maka metoda pembinaan yang dilakukan saat itu adalah secara langsung melalui aktivitas pertemuan/tatap muka, dimana kader konservasi  memperoleh ilmu dan pengetahuan dari pembicara yang menguasai pengetahuan dan keahlian di masing-masing bidang.

Beragam materi ajar diberikan oleh narasumber handal dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, masing-masing oleh Ida Marni yang menyajikan meteri tentang Dasar-dasar Konservasi dan Peranserta Kader Konservasi. Sedangkan narasumber lainnya, Samuel Siahaan, SP. mengupas tuntas materi Bina Cinta Alam, Pengenalan Flora dan Fauna Indonesia serta  Video Dokumenter Konservasi.

Menariknya dalam sesi diskusi peserta dan narasumber menyoroti dan membahas topik tentang upaya penanganan konflik satwa liar dengan manusia, upaya penanganan satwa liar pasca penyerahan masyarakat sampai dilepasliarkan serta pengelolaan kawasan konservasi oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Diakhir diskusi, Samuel Siahaan, SP. menyarankan kepada para kader konservasi, bila ingin mendapatkan maupun menyampaikan informasi yang berkaitan dengan konservasi alam silahkan menghubungi Call Centre Balai Besar KSDA Sumatera Utara di Nomor  HP/WA  085376699066.

Dengan kegiatan pembinaan  ini diharapkan akan semakin bertambah pengetahuan serta  pemahaman para kader konservasi, sehingga nantinya dapat menjadi mitra strategis di lapangan. (Sumber : Ida Marni dan Samuel Siahaan,SP. staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara).

%d blogger menyukai ini: