BBKSDA SUMATERA UTARA

KONFERENSI PERS REPATRIASI 9 ORANGUTAN DARI MALAYSIA KE SUMATERA UTARA

3.jpg                             Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberi pemaparan                               kepulangan 9 Orangutan Sumatera dari Malaysia

Medan, 21 Desember 2020

Sehubungan dengan kembalinya (repatriasi) 9 Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dari Malaysia ke Sumatera Utara, pada Jumat 18 Desember 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta dengan mitra kerja lainnya menyelenggarakan Konferensi Pers dihadapan awak media baik cetak, elektronik maupun media on-line, di salah satu Kargo di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

 Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. dihadapan sejumlah awak media baik cetak, eletronik maupun media on-line, dalam paparannya menguraikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur dan Kedutaan Besar RI Bangkok telah berhasil memulangkan 11 (sebelas) Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terdiri dari 9 (sembilan) orangutan dari Malaysia dan 2 (dua) orangutan dari Thailand. Kesebelas orangutan ini merupakan korban perdagangan illegal satwa liar internasional yang berhasil disita oleh pihak berwenang setempat.

 9 (sembilan) orangutan dari Malaysia terdiri dari 4 (empat) orangutan jantan dan 5 (lima) orangutan betina, diberangkatkan pada tanggal 17 Desember 2020 dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia pukul 12.50 waktu setempat dan menginap semalam di Animal Room Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara, dan tiba pada 18 Desember 2020, pukul 13.05 WIB.

Hotmauli Sianturi juga menjelaskan, nantinya 9 orangutan ini akan menjalani proses karantina dan rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit yang dikelola bersama oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Yayasan Ekosistem Lestari dibawah kerjasama Program Konservasi Orangutan Sumatera (Sumatran Orangutan Conservation Programme – SOCP), untuk menjalani perawatan dan proses rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya.

4.jpg    Awak media serius saat mengikuti paparan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam kegiatan repatriasi ini, yaitu Balai Karantina Pertanian Kelas I Kualanamu, KPP Bea Cukai TMP B Kualanamu, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia yang telah membawa 9 orangutan secara free of charge, YEL-SOCP selaku mitra BBKSDA Sumatera Utara yang telah melaksanakan konservasi orangutan sejak tahun 2000, Angkasa Pura II dan Otorita Bandara Kualanamu,” ujar Hotmauli menutup paparannya.

 Konferensi pers yang dipandu Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara Teguh Setiawan, S.Hut., MM., turut dihadiri Kepala Balai Karantina Pertanian Medan Ir. Hafni Zahara, M.Sc., Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu Elfi Haris, perwakilan Garuda Indonesia, mewakili Direktur KKH-Kasubdit Penerapan Konvensi Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ir. Nining Ngudi Purnamaningtyas, M.Si., Direktur Konservasi YEL M. Yakob Ishadamy dan Direktur SOCP Dr. Ian Singleton, PhD.

  5.jpg 6.jpgKepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara usai memberikan piagam penghargaan (gbr kiri) dan saat diwawancarai oleh awak media (gbr kanan)

 Di akhir konferensi pers, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera mewakili Direktur Jenderal KSDAE menyerahkan apresiasi berupa piagam penghargaan Direktur Jenderal KSDAE, masing-masing kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Medan, Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu dan Direktur Konservasi YEL. (Evansus Renandi Manalu, Analis Data pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara)

 

%d blogger menyukai ini: