BBKSDA SUMATERA UTARA

PERINGATI HARI MENANAM POHON INDONESIA 2020 DI TWA SIBOLANGIT

1111.jpg                       Anggota GRAS melaksanakan penanaman Vetiver di  CA. Sibolangit

Sibolangit, 3 Desember 2020

Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta GRAS (Generasi Rimba Alam Semesta) memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2020, pada Sabtu 28 Nopember 2020, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 ditetapkan bahwa tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional. Pencanangannya dilakukan oleh Presiden di Pusat Penelitian Limnologi, Cibinong Science Center, LIPI, Jalan Raya Bogor KM 46, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 28 November 2008.

Untuk tahun ini  Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam memperingati HMPI  melaksanakan berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon di bekas lokasi pepohonan yang tumbang di TWA Sibolangit, edukasi pilah sampah, edukasi konservasi dan penanaman tumbuhan Vetiver pada lokasi percontohan di lereng terjal CA Sibolangit yang longsor  pada tanggal 13 Nopember 2020 lalu.

Hadir pada puncak HMPI yaitu Balai Besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Resort CA/TWA Sibolangit  Samuel Siahaan, SP beserta Staff, tim GRAS selaku panitia, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Genetika Fakultas Pertanian UISU dan Komunitas Nurul Hayat  Zakat, yang keseluruhannya berjumlah 28 (dua puluh delapan) orang.

Ketua GRAS, Nurhabli Ridwan, pada sambutannya berharap peran nyata  masyarakat umum dan mahasiswa untuk ikut dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, seperti lingkungan tempat tinggal dan kampus serta hutan sebagai penyangga kehidupan kita. Berbagai  kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk mempertahankan lingkungan, salah satunya seperti aksi menanam dan pelihara pohon.

Sambutan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang disampaikan Samuel Siahaan, SP., bahwa budaya menanam pohon dan pilah sampah menjadi gaya hidup yang dapat diterapkan di lingkungan kita tinggal maupun bekerja.  Akhir-akhir ini bencana longsor dan banyaknya sampah yang tertumpuk di TPA menjadi permasalahan utama yang dihadapi bangsa ini. Untuk mengurangi dampaknya upaya seperti menanam pohon sesering mungkin, pengurangan penggunaan bahan dari plastik (kantong plastik dan air minum kemasan), pengolahan sampah berbasis 3R yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

Diakhir sambutannya, Samuel Siahaan mendemonstrasikan pilah sampah, dengan harapan edukasi pilah sampah ini  nantinya dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA.  Selesai acara seremoni, dilanjutkan  menanam pohon seluruh  peserta yang hadir masing-masing satu pohon menanam pohon dilokasi pohon yang sudah roboh dengan tujuan untuk menghutankan kembali. Berjumlah  40 batang pohon, terdiri dari jenis Pulai 20 batang, Ketapang 15 batang dan Sungkai 5 batang yang merupakan tanaman asli yang tumbuh di TWA Sibolangit. Sedangkan penanaman percontohan Vetiver sejumlah 20 rumpun dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember 2020 di lahan bekas longsor Cagar Alam Sibolangit.

   1111111111111111.jpg 5555Penanaman pohon dengan menggunakan climbing (gbr kiri) dan demonstrasi pilah sampah oleh Samuel Siahaan, SP. (gbr kanan)

Tim GRAS dan Mapala Genetika UISU beserta Balai Besar KSDA Sumatera Utara  melaksanakan penanaman dengan menggunakan peralatan panjat tebing (Climbing) untuk keselamatan, karena lokasi berada persis di pinggir jalan dan kelerengan yang terjal setinggi 50 meter. Kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dan dievaluasi sebagai bahan edukasi konservasi dan lingkungan.

Selamat Hari Menanam Pohon Indonesia 2020. Ayo menanam pohon, Ayo pilah sampah (Samuel Siahaan, SP/PEH Pertama – Kepala Resort CA/TWA Sibolangit).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: