BBKSDA SUMATERA UTARA

BBKSDA SUMUT LEPASLIARKAN ORANGUTAN TAPANULI DI CA DOLOK SIPIROK

 

Pelepasliaran OU Tapanuli di CA Dolok Sipirok

Sipirok, 24 Nopember 2020

Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan bersama Tim HOCRU-OIC kembali melakukan pelepasliaran Orangutan (OU) Tapanuli (Pongo tapanuliensis) di kawasan CA. Dolok Sipirok, pada Senin, 23 November 2020. OU tersebut sehari sebelumnya dievakuasi dari Dusun Padang Bulan, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, karena menurut informasi warga telah memasuki pemukiman selama 4 (empat) hari.

Pada Minggu, 22 November 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan lembaga mitra kerja Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL)-Orangutan Information Center (OIC), bergerak ke lokasi sesuai dengan informasi yang diterima dari masyarakat. Hasil pengamatan dan pengecekan Tim memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan cara menembak bius OU tersebut, mengingat lokasi ditemukannya OU sangat jauh dari kawasan hutan sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penggiringan.

Setelah OU berhasil dievakuasi, segera dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh drh. Epi dari OIC. Hasil pemeriksaan, jenis kelamin OU jantan, diperkirakan berumur 35 tahun, dengan berat 63 kg, kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

 

Pemeriksaan kesehatan setelah OU berhasil dievakuasi

Orangutan (OU) Tapanuli (Pongo tapanuliensis) termasuk satwa liar dilindungi sesuai Peraturan Permerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, sedangkan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah  (Critically endangered).

Orangutan Tapanuli merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di hutan Tapanuli yang termasuk dalam wilayah tiga kabupaten (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara). Sebagian besar populasi Orangutan Tapanuli tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil yang ditemukan di Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali (Utami-Atmoko dkk, 2017).

Menurut KLHK (2019) Populasi Orangutan Tapanuli di wilayah Batang Toru Barat saat ini berjumlah 400-600 individu (termasuk SA. Lubuk Raya dan CA. Dolok Sibual-buali yang terpisah dari wilayah Blok Barat, diperkirakan populasinya kurang dari 50 individu), sedangkan Batang Toru Timur berjumlah sekitar 150-160 individu. Lebih lanjut bahwa populasi Orangutan Tapanuli di Batang Toru adalah 577-760 individu.

Setelah pengecekan kesehatan, OU segera dilepasliarkan ke CA Dolok Sipirok. Kegiatan pelepasliaran berlangsung dengan lancar dan OU kembali ke habitatnya di Cagar Alam Dolok Sipirok. Diharapkan OU tersebut segera beradaptasi dengan habitatnya. Pasca pelepasliaran, OU selalu dalam monitoring tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memastikan OU tetap berada di habitatnya. (Sumber : Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan-BBKSDA SUMUT).

 

 

%d blogger menyukai ini: